Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerpen Sholehah Cantik Batin

Cerpen Sholehah Cantik Batin

Sholehah Cantik Bantin

Kulit kuning langsat, mata coklat, wajah oval, tubuh tinggi nan ramping memperindah postur tubuhnya. Terlahir dari kedua orang tua yang begitu taat dengan agama, sehingga ia begitu sholehah, serta menutup auratnya dengan hijab modem tatanan masa kini. Otaknya encer, bahkan bisa dibilang cerdas. Apa yang dipelajarinya hampir semua dapat dikuasai. Mendekati sempurna, tapi memang begitulah dia. Wataknya yang anggun, ramah, serta sopan memberikan kenyamanan kepada setiap orang yang ada di dekatnya.

Itulah kesan pertama yang aku lihat darinya. Sosoknya menjadi sebuah inspirasi teladan bagiku. Aku mengenalnya sebagai teman dekat dari kakak kandungku. Usianya lebih tua dariku tapi ia seolah menjadi teman sebaya yang mudah mengakrabkan dirinya denganku. la menjadi seorang Mahasiswi Fakultas Hukum di Unnes. Sering sekali ia diikutsertakan dalam berbagai lomba yang diadakan di kampus bahkan ia telah didaulat menjadi Putri Kampus disana. Aktivitasnya sangat padat tetapi IPK nya tidak pernah kurang dari 4,00 sehingga ia juga mendapatkan berbagai beasiswa dari kampusnya. Liburan semester kemarin, aku berkunjung kerumahnya. Sekitar 3 hari ku lepaskan penatku di kota Lumpia itu. Seketika sampai disana aku disambut dengan penuh kehangatan keluarga sederhananya.

Hari pertama aku digandengnya makan Siang di restoran fast food di lingkup sebuah area toko buku di sana. Aku diarahkan untuk membeli buku-buku yang dapat mengacu pada cita-citaku kelak. Setelah berputar-putar disana, aku mendapatkan beberapa buku yang sesuai. Sore menjelang malam aku pulang dengan menjinjing beberapa sumber ilmu yang aku dapatkan disana. Sampai di peristirahatan aku langsung merebahkan diri di kasur empuk miliknya. Tiba saat malam dimana aku mulai mengintip halaman demi halaman pada buku yang telah aku dapat Siang tadi. Puasku memahami kandungan bukunya, ku lanjutkan untuk menyusul temanku yang sedari tadi sudah tertidur pulas dengan bantal favoritnya.

Hari kedua fajar menyambut kami berdua seolah mengajak kami untuk sejenak bersujud mengingat-Nya di sela awal liburan disana. Langsung kubersihkan diri untuk menyegarkan badan serta pikiran. Aku mulai membujuk temanku untuk mengajakku ketempat lain yang lebih menarik disana. Ternyata seharian ├╝ti ia harus mengikuti jadwal bimbingan untuk skripsi oleh dosennya. Sedikit kecewa menggelayuti hati. Kuisi waktuku dengan membaca kembali beberapa lembar buku dari toko kemarin. Tak lupa kuluangkan waktu untuk seraya bersyukur kepada-Nya.

Hari terakhir fajar masih menyingsing seperti biasa ketika kami terbangun dengan seruan merdu dari-Nya, lantas kami jalankan apa yang telah menjadi kewajiban itu. Kami bergantian masuk kamar mandi untuk membersihkan semua kotoran yang menempel pada kulit kami semalaman. Selesai kami bersih-bersih dan berdandan, kami menunggu sejenak untuk melanjutkan liburan ke sebuah pusat perbelanjaan di sana. Tiba waktunya dan kami menuju kesana dengan roda empat yang menjadi tumpanganku dari rumah. Sampai disana, kami segera menyerbu beberapa toko yang memberikan tawaran diskon-diskon yang menggiurkan. Kami memang tergolong tipe wanita yang suka sekali menghabiskan uang untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan dalam waktu dekat. Menurut istilah sekarang kami disebut Shoppaholic. Petang menjelang kami menghentikan perburuan karena kondisi badan yang mulai lemas usai mengitari seluruh pusat perbelanjaan. Kami bersandar di sebuah kursi kayu disalah satu restoran di sana sambil berpikir apa yang selanjunya kami lakukan. Terlintas dipikiran untuk melihat film layar lebar yang baru launching bulan kemarin. Segera ku usulkan niatku dan ia menyetujuinya. Langsung saja kami menuju bioskop di lantai dua. Lantas kita pilih film yang akan kita nikmati. Tak lupa kita memilih tempat serta popcorn sebagai makanan wajib yang mendukung suasana di dalam. Beberapa menit menunggu, tiba saatnya film yang kami pilih diputar. Kami menikmatinya dengan penuh antusias. Filmnya memuat kekonyolan sekelompok anak muda dalam menghadapi kawanan gembong narkoba. Seru dan menarik. Usai film bubar kami menuju ke rumah untuk memanjakan tubuh kami yang lelah berjalan-jalan menopang berat badan serta berat barang yang kami bawa. Kami pun tertidur pulas.

Keesokan harinya aku harus pulang ke gubugku yang sederhana untuk melanjutkan aktivitas paska liburan. Aku berpamitan kepadanya dengan penuh rasa haru. Tak lupa ku ucap terima kasih untuk waktu yang telah ia luangkan untuk menemaniku disana.

2 komentar untuk "Cerpen Sholehah Cantik Batin"

  1. Biasanya penulisan cerpen seperti ini dipatok berapa kata mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya kurang lebih 1000 - 2000 kata mas.

      Hapus

Berlangganan via Email