Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerpen Kesempatan Kedua

Cerpen Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

        Dhea adalah sebuah nama dari seorang anak perempuan yang sangat aktif dan suka bergaul. Dia sekarang berusia 17 tahun. Dia memiliki kisah pada waktu masa kecilnya. Kisah itu begitu traumatis bagi dirinya. Tepatnya 9 tahun yang lalu saat dia masih duduk di bangku sekolah dasar. Usianya masih sekitar 8 tahun.

        Hari itu adalah hari minggu. Hari dimana saat itu adalah hari yang sangat di tunggu-tunggu Dhea. Hari itu adalah hari dimana Dhea akan pergi bersama keluarga besarnya untuk berlibur ke Kota Semarang. Mereka pergi dengan mengendarai sebuah mobil milik pamannya. Tak ada firasat buruk sedikitpun di benak Dhea, Adit, ibu, bapak dan keluarga lainnya. Adit adalah adiknya Dhea. Saat itu dia masih berumur sekitar 3 tahunan. Mobil yang ditumpangi Dhea dan keluarga melaju di jalan raya dengan lancar tanpa ada halangan yang berarti. Mereka semua terlihat senang dan menikmati perjalanan mereka menuju ke Kota Semarang.

        Acara yang telah disusun oleh mereka berjalan dengan lancar. Mulai dari mengunjungi tempat wisata seperti Lawang sewu sampai kunjungan mereka ke tempat saudara. Hingga pada suatu ketika pada saat menjelang sore, mereka berencana untuk melakukan perjalanan pulang menuju ke rumah Dhea yaitu di Demak. Pada saat yang sama paman Dhea yang menyetir mobil memutuskan untuk melewati jalan yang tidak sama dengan jalan yang dilewatinya saat berangkat menuju ke Semarang. Mereka pulang melewati jalan pintas, yaitu melewati sebuah jembatan gantung yang membuat jalan menuju Kota Demak menjadi lebih cepat. Dan hal itu pun terjadi. Mobil yang mereka tumpangi terperosok ke sungai yang ada di bawah jembatan gantung yang sudah terlihat tua itu. Diantara mereka ada yang terpental keluar dan ada juga yang terperangkap di dalam mobil, termasuk Dhea dan Adiknya, Adit. Mereka berdua terjebak di dalam mobil dan kehilangan kesadaran alias pingsan. Mereka mengalami luka yang sangat serius. Terlebih untuk Dhea. Dhea sempat koma selama 2 minggu. Sedangkan adiknya mengalami patah tulang. Mereka masih bisa dibilang beruntung. Anak dari tante Dhea yang bernama Tante Ratna meninggal dunia. Dia bernama Selli. Dia meninggal dunia saat perjalanan menuju ke rumah sakit.

        Kedua orang tua Dhea sangat bersyukur anak mereka masih bisa diselamatkan. Dhea dan adiknya masih terbaring lemah di ruang ICU. Kedua orang tua mereka berharap Dhea dan Adit bisa diselamatkan. "Kesempatan kedua", itulah mukjizat yang mereka harapkan. Dhea dan Adit bisa kembali di tengah-tengah keluarga mereka. Hari berganti hari. Dhea dan Adit pun perlahan bangun dari koma. Mereka berdua serasa diberi hidup kedua oleh Tuhan. Orang tua mereka sangat senang akan hal itu. Dhea baru menyadari betapa orang tuanya sangat menyayanginya dan adiknya. Kecelakaan pada hari itu akan menjadi pelajaran hidup yang sangat berharga untuknya. Perlahan Dhea sembuh dan lolos dari maut. Hidup mereka berubah. Mereka berusaha memperbaiki semuanya dan memulainya dari nol lagi. Dhea lebih bersemangat dalam menjalani hidupnya dari hari ke hari.

Posting Komentar untuk "Cerpen Kesempatan Kedua"

Berlangganan via Email