Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerpen Hari Bersama Sahabat

Cerpen Hari Bersama Sahabat

Hari Bersama Sahabat

Pagi yang cerah membuka hari ini dengan indah, seperti biasa Iren memulai aktivitasnya mulai dari bangun tidur, membantu perkerjaan ibunya, dan menyiapkan diri untuk pergi ke sekolah. Waktu menunjukkan pukul 05.45 WIB, dia bergegas untuk pergi ke sekolah, masih pagi banget sih, memang dia anak yang rajin dan tepat waktu banget sampai di sekolah. Berhanding terbalik tuh sama temen sebangkunya, namanya Dhea, anaknya super males sukanya bangun kesiangan, sampai di sekolahpun dia hampir tiap hari pasti kesiangan, ya bisa dibilang mepet banget, pintu gerbangnya mau ditutup alias telat kurang dikit, dasar Dhea sudah jadi kebiasaan sih makanya ikuti tuh Iren yang beda banget sama elo, eitss apasih namanya kita manusia pasti tidak luput dari yang namanya kesalahan, nah lho malah jadi sok bijak gini sih… daripada jadi tambah gak jelas, mendingan lanjutin aja ya ceritanya, gini ni ceritanya…

Sesaat kemudian Iren sudah sampai di sekolah, selang beberapa waktu ya lumayan agak lama sih Dhea pun datang, lalu Dhea duduk di sebelah Iren, Dhea memulai obrolan hangat pada pagi itu, ternyata Dhea ingin mengajak Iren untuk pergi ke Minimarket untuk membeli kebutuhan cewek, dan Iren memutuskan untuk mengantar Dhea sepulang sekolah nanti.

Bel berbunyi jam pertama pun dimulai, anak-anak pada sibuk menyelesaikan ketrampilan batiknya, tak terkecuali mereka berdua, seperti biasa disela-sela mereka menyelesaikan tugasnya mereka pasti menyelinginya dengan candaan yang ringan biar enggak bosen gitu kali ya, sudah tak terasa waktu pun berlalu dan dua jam pelajaran telah terlewati kini mulai terdengar kembali bel yang berdering tanda ganti jam pelajaran, pelajaran Bahasa Inggris sudah menanti dan semua murid tampaknya sedang asyik mendengarkan materi yang disampaikan oleh ibu guru, tak terasa bel istirahat telah berbunyi mereka memutuskan untuk pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah pada demo, di kantin mereka menikmati makanan dan diselingi dengan obrolan yang menarik dan terkadang mereka menceritakan tentang keluh kesah yang sedang dialami mereka. Setelah mereka sudah selesai makan, mereka kembali ke kelas dan mereka menunggu bel masuk. Selang beberapa menit kemudian, bel sudah kembali terdengar dan ibu guru sudah masuk kembali ke kelas untuk meneruskan materi yang tadi disampaikan, mereka sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan ibu guru. Lalu bel ganti pelajaran terdengar kembali, kini pelajaran Biologi sudah menanti dan ibu guru sudah tampak memasuki kelas untuk menyampaikan materi. Dhea terlihat menyandarkan kepalanya diatas meja, biasa jam terakhir gini pasti anak-anak pada ngantuk, mereka mendengarkan materi dengan setengah-setengah karena mengantuk.

Beberapa saat kemudian bel pulang sekolah sudah terdengar, Iren dan Dhea tampak tergesa-gesa untuk keluar kelas, waktu itu Dhea sudah bersiap untuk mengambil motor yang berada persis didepan kelas, dan Iren datang untuk berniat memboncengnya, saat Dhea mulai mengegas motornya tanpa disadari Iren jatuh dari motor dan dia tertimpa motor yang ada di belakang motor Dhe. Ada peribahasa yang cocok banget ni buat Iren "Sudah jatuh tertimpa tangga" pas banget kan hehe… seketika itu Dhea menoleh kebelakang dan yang ia dapati ternyata Iren malah terjatuh dan Dhea turun dari motormya untuk menolong Iren, lalu banyak teman-teman juga yang nolongin Iren, duh kasihan ya Iren. Setelah dia bangun dia enggak merasa sedih, eh malah ketawa sendiri geli kali ya liat jatuhnya yang lucu banget. Waktu Dhea tanya sama Iren kenapa dia bisa jatuh dari motor, ternyata tasnya Iren kecantol tuh di kaca spion motor yang tepat dibelakang motor Dhea, seketika itu mereka malah ketawa karena inget kejadian tadi, sampai-sampai dijalan mereka malahan cengengesan keingetan kejadian yang baru ditimpanya, ditambah lagi waktu mau pulang dari minimarket disamping motor Dhea ada motor yang mirip banget dengan motor  yang tepat dibelakang motor Dhea yang membuat Iren jatuh, seketika itu Iren menjauh dari motor itu, dia takut kali ya kalau keulang lagi kejadian yang tadi, tertawa pun mulai terdengar karena Dhea sangat geli ngeliat tingkah Iren yang takut banget sama motor yang mirip dengan motor yang membuat Iren jatuh, lalu Iren mulai membonceng motor Dhea kembali dan memutuskan untuk pulang.

Posting Komentar untuk "Cerpen Hari Bersama Sahabat"

Berlangganan via Email