Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

[Terbaru] Cerpen Sebuah Foto

[Terbaru] Cerpen Sebuah Foto

Sebuah Foto

        Kota besar selalu identik dengan kehidupan mewah dan kumpulan para orang elit yang tinggal di sana. Akan tetapi, terdapat kehidupan kecil di sudut gedung-gedung tinggi yang menjulang, sebuah rumah kecil terbuat dari kardus yang diterangi oleh lentera kecil. Di sana tinggal seorang anak bernama Hatta serta ibunya, Ayah Hatta meninggal 3 tahun yang lalu karena sakit keras dan tidak mempunyai uang untuk berobat.

        Hatta masih menginjak sekolah dasar, di sekolah Hatta terkenal dengan kecerdasannya dan ia juga sangat rajin. Tak heran dia sering juara di kelasnya. Di kelasnya ia duduk dengan temannya bernama Ali. Ali merupakan anak yang malas sering tidak mengerjakan PR.
        "Pagi Hatta!" seru Ali.
        "Pagi, pasti kamu belum mengerjakan PR kan?" sahut Hatta.
        "Haha tahu aja kamu." jawab Ali.
        "Nih tugasnya cepat salin sebelum bel masuk bunyi." Hatta sambil menyodorkan bukunya.
        Hatta sangat senang karena memiliki teman-teman yang sangat perhatian dengannya. Meskipun kehidupannya serba kekurangan dia bahagia dan memiliki semangat tinggi untuk menggapai cita-citanya. Bandingkan dengan orang-orang kaya yang hanya hidup bermewah-mewahan dan mereka terkadang tidak memikirkan arti tentang kehidupan.

        Suatu hari sekolah akan mengadakan liburan ke Jakarta, banyak para siswa senang dengan rencana itu. Hatta salah satu siswa yang senang dengan rencana itu, tapi ia tidak bisa ikut kesana karena tidak punya uang untuk pergi liburan ke Jakarta.
        "Hore kita liburan ke Jakarta." Seru ali.
        "Ah kamu ini semangatmu sekali." sahut Ani.
        "Ya nih nafasmu bau sekali ludahmu juga mengenai wajahku." kesal Budi.
        "Maaf deh gak sengaja." Permintaan maaf dari Ali.
        "Ya deh gak papa, eh Hatta kamu kok gak senang?" tanya Budi.
        "Soalnya aku gak ikut ke Jakarta." jawab Hatta.
        "Kenapa?" tanya Ani.
        "Soalnya aku gak punya uang." jawab Hatta.
        Hanya dia saja siswa yang tidak ikut kesana dan ia menitip kepada temannya sesuatu yang dapat dikenang di sana.
        "Bolehkah aku menitip sesuatu?" minta Hatta.
        "Ya apa itu?" tanya Ali.
        "Maukah kamu memotret Monas untukku sehingga aku dapat merasakan apa yang kalian rasakan." minta Hatta.
        "Baiklah aku akan melakukan segalanya untukmu." semangat Ali.
        Setelah beberapa hari kemudian, para temannya pulang dan memberikan sesuatu kepada Hatta, ialah sebuah foto Monas yang identik dengan Jakarta. Hatta sangat senang dengan pemberian foto dari temannya.
        "Ini foto Monasnya." Ali memberikan foto untuk Hatta.
        "Terima kasih ya aku sangat senang sekali." bahagia Hatta.
        "Jika kamu senang kita juga ikut senang." sahut Ani.
        "Ya kita kan sahahat sejati." seru Budi.
        Meskipun ia tidak ikut pergi ke Jakarta, ia dapat merasakannya dengan foto Monas yang ia dapat dari temannya. Hatta berjanji pada dirinya sendiri jika suatu saat nanti sukses, ia akan pergi kesana dan Monas menjadi tempat paling pertama yang ia akan tuju.

Posting Komentar untuk "[Terbaru] Cerpen Sebuah Foto"

Berlangganan via Email