Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

[Terbaru] Cerpen Berakhir Indah

[Terbaru] Cerpen Berakhir Indah

Berakhir Indah

        Sore hari tepat di pusat kota Purwodadi, "Angga...!!!" jerit Luna kesal karena Angga telah mengendarai motor dengan kecepatan di atas normal. "Apa sih pegangan!!" saut Angga dengan menoleh ke belakang. "Stop please! Angga berhenti aku bilang!!" jerit Luna histeris dengan mencubit perut Angga yang sedikit buncit itu, tapi Angga tidak menghiraukan Luna dan dia tetap melaju kencang sampai berhenti tepat di depan rumah Luna. Luna segera turun dan secepatnya melepas helm hitam yang memang sama dengan helm Angga. "Awawawawawaw..!" teriak Angga kesakitan. Cubitan Luna memang selalu membuat bekas biru di badan Angga. "Gilaa yaaa,lo mau bunuh gue? Gue bisa jantungan tau!" amuk Luna, cewek yang pobia dengan kecepatan tinggi sepeda motor. Pobia yang terjadi karena sebuah kecelakaan yang pernah dialami Luna.

        Hubungan Angga dan Luna memang sangat dekat, mereka bersahabat sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Banyak yang mengira bahwa mereka pacaran, walaupun sebenarnya tidak. Angga akan melakukan apa saja ketika Luna sedang kesusahan.

        "Tett.tett.tett!" bel masuk berbunyi, dan ulangan Bahasa Inggris pun dimulai. Guru smart yang terkenal di jagad raya Purwodadi itu berjalan dan duduk perlahan di kursi guru. "Good morning all, now let's start for our examination." Suasana pun hening, hanya terdengar sepatu guru berjalan yang sedang membagi soal ulangan.

        Dua jam pelajaran berlalu dan ulangan telah usai, "Angga.." rengek Luna tepat di depan wajah Angga. "Kenapa bawel?" tanya Angga dengan melihat lebih dekat ke arah wajah Luna. "Zonk banget ulangan hari ini! Soalnya gilaaaaaa.!!" jerit Luna yang sudah biasa didengar oleh Angga. "Semua juga nggak bisa ngerjain soal tadi Luna, bukan kamu aja." Jawab Angga dengan wajah yang sangat santai. "iyaa tapi.","Tapi apa? Lun, dengerin gue hidup tuh cuman sekali, jangan dibuat nggak berarti." Kata-kata andalan Angga yang selalu diucapkan untuk Luna. Seketika suasana hening mereka saling menatap mata, satu..dua...tiga...empat...lima... dan pada detik ke lima Luna mulai sadar, dan dia merubah suasana dengan lelucon yang dilontarkan." Apa lo lihat-lihat?suka ya sama gue? Hahahahha". Angga hanya tertawa dengan mengobrak-abrik rambut Luna.

        Sore hari pukul 4 tepat Angga datang ke rumah Luna."Lun, bangun dicari temanmu tuh!" panggil mamah Luna. "Siapa sih mah? Suruh pulang aja, bilang Luna nya masih tidur, aku ngantuk banget mah."Saut Luna dengan mata setengah terbuka. "Angga, katanya penting banget.", "Angga lagi Angga lagi, ya ya bentar mah." Jawab Luna kesal.

        Dengan badan lemas dan boneka tadybear yang dibawanya Luna berjalan menuju ruang tamu "What can I do for you Mr. Angga?" emosi Luna sudah klimaks. "Bantuin gue yuk cari kado buat seseorang, besok nih gue mau kasih kadonya." Wajah Angga memelas. "Kado? Seseorang? Siapa? Cewek lo? Kapan punya cewek? Kok nggak cerita sih? Tanya Luna dengan mata melotot kaget. "Belum jadi pacar gue sih jadi ngapain gue ceritain, besok kalau udah, baru deh gue cerita." Dengan segala bujuk rayu Angga, akhirnya Luna mau membantu Angga mencarikan kado di sebuah Mall Purwodadi. Diperjalanan Angga meminta maaf kepada Luna karena tidak bisa ikut acara bakar ikan di rumah Febri saat tahun baru nanti karena dia ada acara sendiri dengan teman-teman bandnya. Sedikit kecewa namun Luna mengerti bahwa ia tidak boleh egois.

        Tepat malam tahun baru Luna kumpul dengan teman-temannya. Acara di rumah Febri sangat seru, Mereka asik membakar ayam, jagung, kentang dan ikan lele di taman belakang rumah Febri. "Kring-kringg." nada dering HP Luna berbunyi. Telfon dari Angga yang mau menjemput Luna agar Luna ikut bersama Angga. Akhirnya tepat pukul 23.00 WIB itu mereka berdua menyusuri kota dan berhenti di atas gedung perkantoran milik Ayah Angga. Dari sana kota Purwodadi bisa terlihat dengan jelas dan indah. Luna hanya tersenyum dan mengikuti setiap langkah Angga. Mereka duduk berdua dan memandang bintang di langit. "Ngga, siapa sih cewek yang kamu deketin itu? Beruntung banget ya dia" tanya Luna dengan menyandarkan kepala di bahu Angga. "Hahaha aku yang beruntung, dia itu wanita paling spesial, oiya Lun ini buat kamu" Jawab Angga dengan memakaikan sebuah kalung di leher Luna. "Loh, ini bukannya kalung buat seseorang yang kamu bilang itu? Kenapa? Dia nggak suka ya? Tanya Luna dengan wajah penasaran. "Seseorangnya itu kamu, kamu mau ga jadi pacarku?" Tanya Angga dengan wajah serius, bahkan Luna tidak pernah melihat Angga seserius ini. "Kamu ngomong apa sih?Nggak usah bercanda ah." Saut Luna. "Aku serius, do you want to be my girl?". Tanpa sepatah kata pun keluar dari mulut Luna, dia hanya mengangguk dan meneteskan air mata. "You are my mine now, I love You. Jawab Angga dengan memeluk Luna.

Posting Komentar untuk "[Terbaru] Cerpen Berakhir Indah"

Berlangganan via Email